Belajar Membuat VLOOKUP dan HLOOKUP di Excel Dari Nol Sampai Master

Anastasia Riyanti

Belajar Membuat Vlookup Dan Hlookup Di Excel Dari Nol Sampai Master
Belajar Membuat Vlookup Dan Hlookup Di Excel Dari Nol Sampai Master

Selamat datang di weixcel panduan paling lengkap yang akan mengubah caramu memandang data di Microsoft Excel. Kamu mungkin sering berhadapan dengan tumpukan data, tabel yang membentang panjang, dan tugas melelahkan untuk mencari satu informasi spesifik di antara ribuan baris. Mencocokkan NIM dengan nama mahasiswa, mencari harga produk berdasarkan kodenya, atau menggabungkan data dari dua sheet berbeda secara manual? Lupakan cara-cara lama yang membuang waktu dan berisiko tinggihuman error.

Hari ini, kamu akan menguasai dua senjata paling ampuh di gudang senjata Excel:VLOOKUP danHLOOKUP.

Artikel ini bukan sekadar tutorial biasa. Ini adalah peta jalanmu untuk menjadi seorang maestro data. Kami akan membedah setiap fungsi, mulai dari sintaksis dasar, memberikan contoh kasus yang relevan dengan kehidupan mahasiswa, mengatasi setiaperror yang mungkin kamu temui, hingga membongkar trik-trik tingkat lanjut yang akan membuat teman-temanmu terkesan. Siapkan dirimu, karena setelah membaca panduan ini, VLOOKUP dan HLOOKUP akan menjadi sahabat terbaikmu dalam setiap tugas pengolahan data.

Menguasai VLOOKUP: Pencarian Data Vertikal yang Super Efisien

Bayangkan kamu memiliki daftar nilai seluruh mahasiswa di fakultasmu. Data tersebut tersusun secara vertikal, di mana setiap baris mewakili satu mahasiswa, dan kolom-kolomnya berisi informasi seperti NIM, Nama, Jurusan, dan IPK. Sekarang, dosenmu memberikanmu daftar 10 NIM dan memintamu untuk mencari IPK masing-masing. Apa yang kamu lakukan? Mencari satu per satu? Tentu tidak. Di sinilah VLOOKUP beraksi.

Belajar Membuat Vlookup Dan Hlookup
Belajar Membuat Vlookup Dan Hlookup

VLOOKUP, singkatan dariVertical Lookup, adalah fungsi yang bertugas untuk mencari sebuah nilai (misalnya NIM) di kolom paling kiri dari sebuah tabel data, lalu mengembalikan nilai yang ada di baris yang sama namun di kolom lain (misalnya IPK).

Membedah Anatomi Rumus VLOOKUP

Sebelum terjun ke contoh, penting bagimu untuk memahami anatomi atau sintaksis dari rumus VLOOKUP. Setiap bagian memiliki peran krusial dalam menentukan keberhasilan pencarianmu.

Sintaksis Dasar:

=VLOOKUP(lookup_value, table_array, col_index_num, [range_lookup])

Mari kita bedah satu per satu dalam format tabel yang mudah kamu pahami:

Argumen Deskripsi Penjelasan Detail
lookup_value Nilai Kunci Ini adalah potongan informasi unik yang kamu miliki dan ingin kamu gunakan sebagai acuan pencarian. Contohnya: NIM mahasiswa, kode produk, nomor KTP. Ini adalah “apa” yang ingin kamu cari.
table_array Tabel Referensi Ini adalah rentang sel ataurange data tempat kamu akan melakukan pencarian. Penting: kolom yang berisilookup_value harus menjadi kolom pertama (paling kiri) dalamtable_array yang kamu pilih.
col_index_num Nomor Indeks Kolom Ini adalah nomor urut kolom di dalamtable_array yang berisi data yang ingin kamu ambil. Hitungan dimulai dari 1 untuk kolom paling kiri. Ini adalah “jawaban” yang kamu inginkan.
[range_lookup] Mode Pencocokan Argumen ini bersifat opsional dan menentukan apakah kamu ingin pencarian yang persis sama (FALSE) atau pencarian yang mendekati (TRUE). 99% kasus di dunia nyata akan menggunakanFALSE.

Tutorial Langkah Demi Langkah: VLOOKUP dalam Aksi

Mari kita praktikkan dengan sebuah studi kasus sederhana. Anggap kamu memiliki tabel data nilai mahasiswa sebagai berikut di Sheet1:

Tabel Data Nilai (Sheet1, Range A1:D6)

NIM Nama Mahasiswa Jurusan IPK
21001 Budi Santoso Teknik Informatika 3.85
21002 Citra Lestari Akuntansi 3.91
21003 Doni Firmansyah Ilmu Komunikasi 3.72
21004 Eka Putri Desain Grafis 3.88
21005 Fajar Nugraha Teknik Informatika 3.65

Sekarang, di Sheet2, kamu diminta untuk mengisi Jurusan dan IPK untuk NIM21003 dan21005.

Tabel Tugas (Sheet2)

NIM Jurusan IPK
21003 ??? ???
21005 ??? ???

Langkah 1: Mencari Jurusan untuk NIM 21003

  1. Klik selB2 di Sheet2 (di bawah kolom “Jurusan”).

  2. Ketikkan rumus VLOOKUP berikut:
    =VLOOKUP(A2, Sheet1!$A$2:$D$6, 3, FALSE)

  3. Tekan Enter.

Hasilnya? Excel akan menampilkan “Ilmu Komunikasi”. Mari kita bedah rumusnya:

  • A2: Ini adalahlookup_value kita. Kita ingin mencari data berdasarkan NIM yang ada di sel A2 (yaitu 21003).

  • Sheet1!$A$2:$D$6: Ini adalahtable_array kita. Perhatikan kita menggunakanSheet1! untuk merujuk ke sheet lain. Tanda dolar$ digunakan untuk mengunci referensi (disebutabsolute reference), sehingga saat rumus ini disalin ke bawah, rentang tabelnya tidak akan bergeser. Ini adalahbest practice!

  • 3: Ini adalahcol_index_num. Kita ingin mengambil data dari kolom “Jurusan”. Dalamtable_array (

    AA

    2:

    DD

    6), “Jurusan” adalah kolom ke-3. (Kolom 1: NIM, Kolom 2: Nama, Kolom 3: Jurusan).

  • FALSE: Ini adalahrange_lookup. Kita memerintahkan Excel untuk mencari NIM yangpersis sama dengan “21003”. Jika tidak ada, Excel akan menghasilkan error, bukan memberikan hasil yang mendekati.

Langkah 2: Mencari IPK untuk NIM 21003

  1. Klik selC2 di Sheet2 (di bawah kolom “IPK”).

  2. Ketikkan rumus yang hampir sama, namun ubah nomor indeks kolomnya:
    =VLOOKUP(A2, Sheet1!$A$2:$D$6, 4, FALSE)

  3. Tekan Enter.

Excel akan menampilkan “3.72”. Logikanya sama, hanya saja sekarang kita mengambil data dari kolom ke-4 (IPK).

Langkah 3: Menerapkan ke Baris Lainnya

Inilah keindahan Excel. Kamu tidak perlu mengetik ulang rumus untuk NIM 21005.
Cukup pilih sel B2 dan C2 di Sheet2, lalu tarikfill handle (kotak kecil di pojok kanan bawah sel) ke bawah hingga baris 3.Voila! Jurusan dan IPK untuk NIM 21005 akan terisi secara otomatis.

Memahami Perbedaan Krusial: TRUE (Approximate Match) vs. FALSE (Exact Match)

Seperti yang disebutkan, 99% kasusmu akan menggunakanFALSE untukrange_lookup. Kamu ingin mencari data yang sama persis. Namun, kapan kita menggunakanTRUE?

GunakanTRUE (atau dikosongkan, karenaTRUE adalahdefault-nya) saat kamu bekerja dengan rentang nilai, seperti menentukan grade nilai atau kategori diskon.

Syarat utama menggunakanTRUE adalah kolom pertama daritable_array kamu HARUS diurutkan dari kecil ke besar (Ascending).

Contoh Kasus: Konversi Nilai Angka ke Huruf

Bayangkan kamu punya tabel referensi grade berikut:

Nilai Minimal Grade
0 E
60 D
70 C
80 B
90 A

Dan kamu punya daftar nilai mahasiswa:

Nama Nilai Grade
Budi 95 ???
Citra 78 ???
Doni 55 ???

Untuk mengisi kolom “Grade”, kamu akan menggunakan rumus VLOOKUP denganTRUE. Di sel untuk grade Budi, rumusnya adalah:

=VLOOKUP(B2, $F$2:$G$6, 2, TRUE)
  • B2 adalah nilai 95.

  • $F$2:$G$6 adalah tabel referensi grade.

  • 2 adalah kolom “Grade”.

  • TRUE memberitahu Excel: “Cari nilai terbesar yang kurang dari atau sama dengan 95”. Excel akan menemukan 90 dan mengembalikan “A”.

Untuk Citra (78), Excel akan menemukan 70 dan mengembalikan “C”. Untuk Doni (55), Excel akan menemukan 0 dan mengembalikan “E”.

Mengatasi Error VLOOKUP yang Sering Terjadi: Jangan Panik!

Saat bekerja dengan VLOOKUP, kamu pasti akan bertemu dengan pesan-pesan error. Ini bukan akhir dunia. Justru, ini adalah tanda kamu sedang belajar. Mari kita jadi detektif dan pecahkan kasusnya.

Error Kemungkinan Penyebab Solusi
#N/A Nilailookup_value tidak ditemukan di kolom pertamatable_array. 1. Periksa kembali apakah nilai yang kamu cari benar-benar ada.<br> 2. Hati-hati dengan spasi ekstra di awal atau akhir sel (gunakan fungsiTRIM() untuk membersihkannya).<br> 3. Pastikan format data sama (misalnya, angka yang disimpan sebagai teks tidak akan cocok dengan angka murni).
#REF! col_index_num lebih besar dari jumlah kolom yang ada ditable_array. Periksa kembalicol_index_num kamu. Jika tabel referensimu hanya punya 4 kolom, kamu tidak bisa meminta data dari kolom ke-5.
#VALUE! col_index_num diisi dengan nilai yang tidak valid (misalnya, kurang dari 1 atau berisi teks). Pastikancol_index_num adalah angka positif yang valid.
Hasil Salah Kamu menggunakanTRUE pada tabel yang tidak diurutkan, atau lupa mengunci referensitable_array dengan$ saat menyalin rumus. Selalu gunakanFALSE kecuali untuk kasus rentang nilai. Selalu kuncitable_array kamu dengan$ (tekan F4 setelah menyorotnya) jika rumus akan disalin.

Pro Tip: Untuk membuat tampilan datamu lebih profesional, bungkus rumus VLOOKUP-mu dengan fungsiIFERROR. Fungsi ini akan menampilkan pesan custom jika VLOOKUP menghasilkan error.

Contoh:

=IFERROR(VLOOKUP(A2, Sheet1!$A$2:$D$6, 3, FALSE), "Data Tidak Ditemukan")

Jika NIM tidak ditemukan, sel akan menampilkan “Data Tidak Ditemukan” alih-alih#N/A. Keren, kan?

Beralih ke HLOOKUP: Saat Datamu Tersusun Horizontal

Sekarang setelah kamu menjadi jagoan VLOOKUP, mari kita berkenalan dengan kembarannya: HLOOKUP atauHorizontal Lookup. Konsepnya 100% sama dengan VLOOKUP, perbedaannya hanya pada orientasi data.

Jika VLOOKUP mencari data dikolom pertama dan mengembalikan nilai darikolom lain, maka HLOOKUP mencari data dibaris pertama dan mengembalikan nilai daribaris lain. Kamu akan menggunakan ini saat tabel datamu ditransposisi, di mana header atau judulnya berada di kolom kiri, bukan di baris atas.

Membedah Anatomi Rumus HLOOKUP

Sintaksisnya sangat mirip, hanya ada satu kata yang berubah.

Sintaksis Dasar: =HLOOKUP(lookup_value, table_array, row_index_num, [range_lookup])

Argumen Deskripsi Perbedaan dengan VLOOKUP
lookup_value Nilai Kunci Sama persis. “Apa” yang ingin kamu cari.
table_array Tabel Referensi Sama, namun sekarang baris yang berisilookup_value harus menjadi baris pertama (paling atas) dalamtable_array.
row_index_num Nomor Indeks Baris Ini perbedaannya! Kamu memasukkan nomor urut baris (bukan kolom) yang datanya ingin diambil. Hitungan dimulai dari 1 untuk baris paling atas.
[range_lookup] Mode Pencocokan Sama persis. GunakanFALSE untuk pencocokan persis.

Tutorial Langkah-demi-Langkah: HLOOKUP dalam Aksi

Mari kita gunakan data yang sama seperti sebelumnya, tapi kali ini datanya disusun secara horizontal.

Tabel Data Horizontal (Range A1:F4)

21001 21002 21003 21004 21005
Nama Budi Santoso Citra Lestari Doni Firmansyah Eka Putri Fajar Nugraha
Jurusan T. Informatika Akuntansi I. Komunikasi Desain Grafis T. Informatika
IPK 3.85 3.91 3.72 3.88 3.65

Misalkan kamu ingin mencari “Jurusan” untuk NIM “21003”.

  1. Pilih sel kosong mana pun.

  2. Ketikkan rumus HLOOKUP berikut:
    =HLOOKUP(21003, $A$1:$F$4, 3, FALSE)

  3. Tekan Enter.

Hasilnya? Excel akan menampilkan “I. Komunikasi”. Mari kita bedah:

  • 21003: Ini adalahlookup_value kita.

  • $A$1:$F$4: Initable_array kita, di mana baris pertama berisi NIM.

  • 3: Ini adalahrow_index_num. Kita ingin mengambil data dari baris “Jurusan”, yang merupakan baris ke-3 dalam tabel referensi kita (Baris 1: NIM, Baris 2: Nama, Baris 3: Jurusan).

  • FALSE: Kita mencari NIM yang persis sama.

Cukup sederhana, bukan? Jika kamu sudah paham VLOOKUP, memahami HLOOKUP akan semudah membalikkan telapak tangan. Semua konsep tentangexact/approximate match,error handling, dan penggunaanIFERROR juga berlaku sama persis untuk HLOOKUP.

Tips & Trik Pro: Mengoptimalkan VLOOKUP dan HLOOKUP ke Level Selanjutnya

Menguasai sintaksis dasar itu bagus, tapi untuk benar-benar menjadi efisien, kamu perlu beberapa trik di lengan bajumu. Bagian ini akan membahas teknik-teknik yang membedakan pengguna biasa dari seorangpower user Excel.

1. Kombinasi Sakti: VLOOKUP dengan MATCH

Salah satu kelemahan VLOOKUP adalah argumencol_index_num yang statis. Kamu harus mengetik angka3 untuk Jurusan,4 untuk IPK. Bagaimana jika urutan kolom di tabel sumbermu berubah? Rumusmu akan rusak! Atau bagaimana jika kamu ingin mencari 10 kolom berbeda? Mengetik manual satu per satu tentu merepotkan.

Solusinya adalah mengganti angka statis tersebut dengan fungsiMATCH. FungsiMATCH mencari sebuah nilai dalam sebuah rentang (satu baris atau satu kolom) dan mengembalikan posisi relatifnya.

Sintaksis MATCH:

=MATCH(lookup_value, lookup_array, [match_type])

Mari kita kembali ke contoh VLOOKUP awal.

Tabel Data Nilai (Sheet1, Range A1:D6)

NIM Nama Mahasiswa Jurusan IPK

Tabel Tugas (Sheet2)

NIM Jurusan IPK
21003 ??? ???

Di Sheet2, judul kolom “Jurusan” ada di sel B1 dan “IPK” di sel C1. Ini bisa kita manfaatkan.

Di selB2 (untuk mencari Jurusan), alih-alih menggunakan rumus lama, kita gunakan rumus canggih ini:

=VLOOKUP($A2, Sheet1!$A$1:$D$6, MATCH(B$1, Sheet1!$A$1:$D$1, 0), FALSE)

Mari kita bedah bagianMATCH-nya:

MATCH(B$1, Sheet1!$A$1:$D$1, 0)
  • B$1:lookup_value untuk MATCH adalah teks “Jurusan” yang ada di sel B1. Tanda$ di depan1 mengunci baris, sehingga saat disalin ke bawah tidak berubah.

  • Sheet1!$A$1:$D$1:lookup_array adalah rentang header di tabel sumber (NIM, Nama Mahasiswa, Jurusan, IPK).

  • 0: Ini adalahmatch_type untuk pencocokan persis.

FungsiMATCH ini akan mencari kata “Jurusan” di rentang header dan menemukan bahwa posisinya ada di urutan ke-3. Angka 3 inilah yang secara dinamis akan dimasukkan ke argumencol_index_num VLOOKUP.

Keajaibannya? Kamu sekarang bisa menyalin satu rumus ini ke sel C2 (untuk mencari IPK). Rumusnya akan otomatis beradaptasi menjadi:

=VLOOKUP($A2, Sheet1!$A$1:$D$6, MATCH(C$1, Sheet1!$A$1:$D$1, 0), FALSE)

FungsiMATCH akan mencari “IPK” dan mengembalikan angka4. Dinamis, kuat, dan anti-rusak!

2. VLOOKUP untuk Menggabungkan Dua Tabel (Studi Kasus Nyata)

Ini adalah salah satu penggunaan VLOOKUP yang paling umum dan berguna. Bayangkan kamu punya dua tabel terpisah.

Tabel 1: Data Mahasiswa

NIM Nama Kode Prodi
21001 Budi TI
21002 Citra AK
21003 Doni IK

Tabel 2: Data Program Studi

Kode Nama Prodi
TI Teknik Informatika
AK Akuntansi
IK Ilmu Komunikasi

Tugasmu adalah menambahkan kolom “Nama Prodi” di Tabel 1. Dengan VLOOKUP, ini sangat mudah.

  1. Buat kolom baru di Tabel 1 bernama “Nama Prodi”.

  2. Di sel pertama kolom baru tersebut (misal D2), ketik rumus:
    =VLOOKUP(C2, $G$2:$H$4, 2, FALSE)
    (Asumsikan Tabel 2 berada di rentang G2:H4)

  3. Salin rumus tersebut ke bawah.

Dalam sekejap, Tabel 1 akan menjadi lengkap dengan Nama Prodi, ditarik dari Tabel 2 menggunakan “Kode Prodi” sebagai kunci penghubungnya.

3. Masa Depan Telah Tiba: Mengenal XLOOKUP, Penerus VLOOKUP yang Lebih Hebat

Jika kamu menggunakan versi Excel yang lebih baru (Office 365/Excel 2021 ke atas), maka lupakan semua keterbatasan VLOOKUP. SambutlahXLOOKUP. Fungsi ini dirancang untuk mengatasi semua kelemahan VLOOKUP dan HLOOKUP.

Mengapa XLOOKUP Jauh Lebih Unggul?

  1. Lebih Sederhana: Hanya butuh 3 argumen wajib, tidak perlu menghitung nomor kolom.

  2. Bisa Melihat ke Kiri: VLOOKUP hanya bisa mencari di kolom paling kiri dan mengambil data di kanannya. XLOOKUP bisa mencari di kolom mana pun dan mengambil data di kolom mana pun (kiri atau kanan).

  3. Default ke Exact Match: Kamu tidak perlu lagi mengetik, FALSE. Pencocokan persis adalah standar XLOOKUP.

  4. Built-in IFERROR: Punya argumen sendiri untuk menangani error#N/A, jadi tidak perlu fungsiIFERROR tambahan.

Sintaksis Dasar: =XLOOKUP(lookup_value, lookup_array, return_array, [if_not_found])

Argumen Deskripsi
lookup_value Nilai yang ingin dicari.
lookup_array Satu kolom tempat mencari nilai tersebut.
return_array Satu kolom tempat data yang ingin diambil berada.
[if_not_found] (Opsional) Pesan yang ditampilkan jika data tidak ditemukan.

Contoh Penggunaan XLOOKUP

Mari kita gunakan lagi data mahasiswa. Kita ingin mencari “Nama Mahasiswa” berdasarkan NIM “21003”.

=XLOOKUP(21003, A2:A6, B2:B6, "NIM Tidak Terdaftar")
  • 21003: Nilai yang dicari.

  • A2:A6: Kolom tempat mencari NIM.

  • B2:B6: Kolom tempat mengambil Nama Mahasiswa.

  • “NIM Tidak Terdaftar”: Pesan jika 21003 tidak ada di kolom NIM.

Lihat betapa intuitifnya? Kamu tidak perlu mendefinisikan seluruh tabel dan menghitung nomor kolom. Cukup tunjuk kolom pencarian dan kolom hasil. Jika versi Excel-mu mendukung, sangat disarankan untuk mulai beralih menggunakan XLOOKUP.

Kesimpulan: Kamu Kini Siap Menaklukkan Data dengan VLOOKUP dan HLOOKUP

Kamu telah berhasil menyelesaikan perjalanan mendalam ini. Dari memahami anatomi dasar VLOOKUP, mempraktikkannya dengan contoh nyata, menaklukkan HLOOKUP, hingga mempelajari trik-trik canggih seperti kombinasi denganMATCH dan bahkan mengintip masa depan denganXLOOKUP.

Ingatlah poin-poin kunci ini:

  • VLOOKUP untuk data vertikal,HLOOKUP untuk data horizontal.

  • Selalu gunakanFALSE untuk pencocokan yang persis, yang akan menjadi 99% kebutuhanmu.

  • Kuncitable_array kamu dengan tanda dolar ($) sebelum menyalin rumus untuk menghindari referensi yang bergeser.

  • GunakanIFERROR untuk menangani error#N/A dengan elegan.

  • Naikkan level permainanmu dengan mengkombinasikan VLOOKUP danMATCH untuk pencarian kolom yang dinamis.

  • Jika memungkinkan, mulailah menggunakanXLOOKUP yang lebih superior.

Kunci untuk benar-benar mahir adalah praktik. Buka Excel-mu, buat data sampel, dan coba semua yang telah kamu pelajari di sini. Jangan takut pada error, karena setiap error adalah kesempatan untuk belajar. Kini, kamu tidak lagi hanya seorang pengguna Excel, kamu adalah seorang analis data yang efisien dan andal. Selamat menaklukkan datamu

Artikel Terkait :  Cara Memberi Nama Range di Excel dari Dasar hingga Mahir

Related Post

Copyrighted.com Registered & Protected